Published On: Wed, Mar 2nd, 2016

Senko San Seicho Ji

  seichoji 3 KUIL SENKO SAN SEICHO-JI

• Nama Resmi: Kuil Seichoji, Gunung Senko

• Sekte: Nichiren Shu, Buddhisme

• Didirikan tahun: 771 M oleh Bhiksu Jikaku-daishi

• Alamat: 322-1 Kiyosumi, Amatsu Kominato-cho, Awa-gun, Chiba Prefecture

• Transportasi: Kereta Api JR Sotobo-line berhenti Stasiun Awa-Amatsu, 15 menit ke Kuil Seicho-ji dengan bus, keluar diperbentian terakhir, kemudian 3 menit jalan kaki.

Ini adalah tempat suci, dimana Nichiren Shonin masuk menjadi Bhiksu, dan kuil utama dimana Beliau mendirikan Hukum Agung “Namu Myoho Renge Kyo” yang didasarkan pada Saddharma Pundarika Sutra (Rikkyo Kaishu).

Kuil ini dekat dengan tempat kelahiran Nichiren Shonin di Kominato, untuk naik ke Gunung Kiyosumi sedikit curam dapat ditempuh dengan naik mobil. Udara yang segar menyambut kita dan disertai kesederhanaan serta keagungan terasa didalam sanubari ketika memasuki tempat suci ini. Meskipun gunung ini hanya mempunyai ketinggian 383 meter dari permukaan laut, Gunung Kiyosumi adalah gunung paling tinggi kedua di dalam daerah semanjung Boso. Kecuraman yang menaik dari garis pantai memberikan kesan keagungan bagi Gunung Hiei. Gunung Kiyosumi ini adalah salah satu tempat yang sangat dipuja-puja oleh sekte Tendai. Dewa yang paling dipuja di kuil ini adalah Kokuzo Bosatsu (Bodhisattava Akasagarbha), yang mempunyai kekuatan untuk memberikan kekayaan dan kesuksesan / keberuntungan. Pada tanggal 12 mei 1233, pada umur 12 tahun, Nichiren Shonin mendaki Gunung Kiyosumi bersama ayahNya. Disini, Beliau belajar tentang ajaran Eksoterik Buddhisme dari sekte Tendai. Pada tanggal 8 Oktober 1239, pada umur 16 tahun, Beliau menjadi Bhiksu dibawah bimbingan Dozen-bo, dan menganti nama Beliau menjadi Rencho.

seichoji 2Nichiren Shonin pernah berdoa kepada Bodhisattva Akasa-garbha untuk membuat Beliau menjadi orang yang paling bijaksana di Jepang. Setelah dua puluh satu hari berdoa, Beliau menerima sebuah mutiara kebijaksanaan dari seorang bhiksu tua (sebenarnya adalah perwujudan dari Bodhisattva Akasa-garbha) dalam sebuah mimpi. Mulai dari hari itu, Beliau dengan tekun dan kerja keras belajar dan melatih diri, pada akhirnya Ia menemukan ajaran sesungguhnya yaitu Saddharma Pundarika Sutra.

Kuil Seicho-ji adalah dasar dari pembelajarannya, Nichiren Shonin juga ingin belajar ketempat seperti Kamakura, Gunung Hiei, Kuil Mii, Nara dan Gunung Koya. Beliau belajar banyak hal, termasuk ajaran Eksoterik, Jodo, Zen dan Ritsu Buddhisme, tetapi dari pembelajaran itu tidak menemukan ajaran yang sesungguhnya. Beliau terus melanjutkan pembelajarannya atas berbagai naskah-naskah buddhis lainnya, dan pada akhirnya hanya ajaran dalam Saddharma Pundarika Sutra adalah ajaran yang sesungguhnya. Beliau kemudian kembali ke Kuil ini untuk menkoreksi ajaran yang salah dari berbagai sekte, dan menyebarkan ajaran Saddharma Pundarika Sutra. Setelah berpikir panjang lebar, Ia mengambil keputusan untuk menyebarluaskan ajaran Saddharma Pundarika Sutra, dan pada pagi hari tanggal 28 April 1253, pada usia 32 tahun, Beliau menyebut Odaimoku “Namu Myoho Renge Kyo” ketika matahari terbit. Ini disebut deklarasi Rikkyo Kaishu. Rikkyo Kaishu berarti “Menegakkan ajaran keagamaan baru dan menyebarluaskannya kepada orang lain.” Secara resmi pada tanggal itu berdirilah Sekte Nichiren (Nichiren Shu). Pada waktu itu, Ia juga menganti namaNya menjadi “Nichiren”. Nama ini didasarkan pada Saddharma Pundarika Sutra, melambangkan sinar terang dari matahari dan bulan (Nichi) dan kemurnian dari teratai (Ren).

Bagaimanapun, reaksi dari masyarakat begitu dingin. Bangsawan Kagenobu Tojo, seorang penganut Nembutsu Buddhisme, sangat tidak menyukainya dan tidak hanya mengusir Nichiren dari Gunung Kiyosumi, tetapi juga berencana untuk membunuhnya. Setelah bersembunyi di Kuil Renge-ji di Hanabusa, Ia mengambil keputusan meninggalkan Kiyosumi, rumah phisik dan spritualNya, dan pergi ke Kamakura dan tinggal di Kamakura lebih dari sembilan tahun.

Ringkasan Sejarah

seichoji4Kuil bersejarah ini dibangun pada tahun 771A.D. yang kemudian direkontruksi oleh Bhiksu Jikaku-daishi pada periode Heian, ini merupakan Kuil sekte Tendai terbesar yang ada disemenanjung Boso. Kuil ini telah berubah menjadi Kuil Sekte Shingon dari sekte Tendai setelah menerima perintah dari Shogun Ieyasu Tokugawa pada periode Edo, dan menerima status yang sama dengan seratus ribu goku (sebuah unit ukuran bagi seorang Daimyo(raja) atau penguasa Samurai pada jaman feodal). Sebagai sebuah cabang dari Kuil Daigo-ji Sanpo-in, Kuil Seicho-ji juga merupakan salah satu biara utama dari tiga biara yang terdapat didaerah Kanto dan Kuil ini telah berganti menjadi Kuil Sekte Nichiren (Nichiren Shu) pada tanggal 16 Pebruari 1949, tepat pada hari kelahiran Nichiren. Bangunan dari kuil ini, mulai dari Aula Utama, pada ruangan ini terdapat rupang Bodhisattva Akasa-garbha, ini satu dari tiga rupang yang masih ada saat sekarang di Jepang, pada bagian dasar kuil terdapat ruang Dai-soshi-do, sebuah aula untuk pendiri kuil, dibangun pada tahun 1971 untuk memperingati hari kelahiran dari pendiri ke 750, kemudian Kyaku-den dibangun pada tahun 1921 untuk memperingati hari kelahiran dari pendiri yang ke 700 tahun, Kuri dibangun pada tahun 1647, Aula pelatihan dibangun pada tahun 1999 untuk memperingati 750 tahun Rikkyo Kaishu, dan Gerbang Kuil dibangun pada tahun 1646. Sebuah rupang perunggu dari pendiri dalam Asahi-ga-mori, di kuburan Dozen-bo, pemerintah melindungi pohon dan bell kuil pada tahun 1392 sebagai benda pusaka nasional.

seichojiSebagai tambahan, sebuah rupang suci dari pendiri disumbangkan oleh bangsawan Oman-no-kata dan sebuah tempat tinta dari pendiri (disimpan dalam kotak berhias) diabadikan di aula Dai-soshi-do.

Acara Tahunan

Acara tahunan kuil yang rutin adalah upacara Rikkyo Kaishu-e pada tanggal 27-28 April, Upacara ini memperingati masuknya Nichiren sebagai bhiksu pada tanggal 12 mei, Festival Bodhisattva Akasa-garbha pada tanggal 13 september dan Upacara Oeshiki pada 27-28 Oktober. Upacara tanda kebhiksuan “Docho” (tanda kelulusan sebagai bhiksu) dilaksanakan pada Januari, April, Juli dan Oktober, dan ini adalah langkah pertama untuk menjadi seorang bhiksu Nichiren Shu. SELESAI.

About the Author

error: Sorry, Content is protected !! Contact Admin for Permition