Published On: Thu, Mar 3rd, 2016

Myoho Zan Ankokuron Ji

ankokuronji 1KUIL MYOHO ZAN ANKOKURON JI

• Nama Resmi: Myoho-zan Ankokuronji

• Sekte : Nichiren Shu, Buddhisme

• Didirikan Pada: Circa 1253 Oleh: Nichiren (1222-1282)

• Bhiksu Pendiri: Nichiren

• Objek Pemujaan Utama: Rupang Nichiren dan Stupa Odaimoku

• Alamat: 4-18, Omachi 4-chome, Kamakura,

Kanagawa 248-0007, Telepon: 0467-22-4825

• Luas Kuil: 33,000 meter persegi

• Lokasi: 1,100 meter selatan stasiun Kamakura

• Waktu yang diperlukan untuk sampai dikuil:: 15 menit

• Buka: 9:00-17:00

• Tempat Istirahat / Penginapan: Tersedia

Ringkasan Sejarah

ankokuronji 2Nichiren, pendiri dari Nichiren Shu Buddhisme, dilahirkan disebuah kampung nelayan di Propinsi Chiba, dan datang ke Kamakura pada tahun 1253, ketika berusia 31 tahun untuk memulai tugas penyebarluasan ajaranNya. Kuil ini mengklaim bahwa tempat tinggal Nichiren terdapat disebelah kanan dari kuil ini, dan disini Beliau melakukan berbagai macam cara penyebarluasan selama 20 tahun di Kamakura. Berdekatan dengan kuil ini terdapat juga Kuil Myohoji dan Choshoji juga mengklaim bahwa dikuil itulah tempat tinggal Nichiren. Daerah ini disebut Matsubagayatsu.

Pada pertengahan abad 13, Sekte Buddhisme Zen sedang berkembang dengan pesat di Kamakura didukung oleh Tokiyori Hojo (1227-1263), yang merupakan seorang yang sangat berkuasa, berkedudukan sebagai Bupati ke-5 Hojo dan membangun Kuil Kenchoji.

Nichiren menulis sebuah risalah yang diberi judul “Penegakkan Ajaran Yang Sejati” pada tahun 1260 ketika Beliau berusia 39 tahun, dan diberikan kepada Bupati Tokiyori Hojo. Pada waktu itu, berbagai macam bencana alam terjadi dan keresahan sosial membuat masyarakat begitu menderita dan ketakutan. Dalam risalah tersebut yang dialamatkan kepada pemerintah, menyarankan untuk menjalankan ajaran yang benar yaitu Saddharma Pundarika Sutra, dan menegakkan ajaran pokok kebenaran dari Buddhisme. Melakukan perubahan sosial melalui doktrin ajaran yang benar adalah satu-satunya jalan, Beliau berkeinginan untuk menyelamatkan negara. Judul dari risalah ini disebut Rissho Ankokuron, dan juga nama dari kuil ini Ankokuron-ji. Namun, Bupati Keshogunan Kamakura tidak menunjukkan ketertarikannya sedikitpun terhadap apa yang disampaikan oleh Nichiren. Nichiren akhirnya  melakukan penyebaran ajaranNya langsung kepada masyarakat Kamakura di jalan-jalan kota tersebut, melakukan kritikan tajam kepada sekte-sekte lain, menjelaskan kesalahan dari sekte-sekte tersebut, termasuk sekte Jodo Buddhisme yang didukung oleh Shigetoki Hojo (1198-1261), yang juga merupakan anggota keluarga Hojo dan ikut menyumbang bagi pembangunan kuil Gokurakuji. Ia akhirnya menunjukkan antipatinya terhadap Nichiren pada tahun 1260, sehingga Nichiren terpaksa meninggalkan Kamakura. Beberapa waktu kemudian kembali lagi ke Kamakura, melanjutkan penyebaran ajaranNya, hal ini menimbulkan banyak penganiayaan, tetapi tidak menyurutkan langkahNya.

Dimana tempat tinggal sebenarnya dari Nichiren di Kamakura, menimbulkan perdebatan yang panjang dari tiga buah kuil Nichiren Shu, yang mengklaim diri mereka sebagai tempat tinggal Nichiren. Sebuah survei akademis membuktikan bahwa Kuil Ankokuron-ji adalah tempat pertama kali Nichiren tinggal di Kamakura, dan setelah penganiayaan yang pertama oleh para bhiksu sekte lain, Beliau membuat tempat tinggal lain di Kuil Myoho-ji yang berdekatan dengan Ankokuron-ji. Pada sisi lain, Kuil Chosho-ji, 200 meter dari Ankokuron-ji berada jauh dari tempat tinggal Nichiren, hal ini diungkapkan juga dalam survei tersebut.

Aula Utama

ankokuronji 4Ini merupakan bangunan baru, dibangun kembali setelah Kuil ini musnah oleh kebakaran pada tahun 1961. Objek utama dari altar, adalah rupang Nichiren, yang dibuat tahun 1963. Juga ditempatkan diatas altar Stupa Odaimoku, dan berbagai rupang dari para dewa-dewi dan bhiksu:

1. Kishimojin atau Dewi Anak-anak (Hariti, dalam bhs.skt)

2. Jura-setsunyo (Raksasa dalam Skt.): Sepuluh Iblis Wanita yang muncul dalam Saddharma Pundarika Sutra, mereka berjanji untuk melindungi para penganut Saddharma Pundairka Sutra dan menolong mereka yang melaksanakannya. Kishimojin dan Jura-setsunyo selalu dianggap idententik dengan Nichiren Shu Buddhisme.

3. Daikokuten atau Dewa Kekayaan (Mahakala in Skt.)

4. Bhiksu Nichiro (1243-1320): satu dari enam murid utama Nichiren, yang merupakan Kepala Bhiksu kedua dari kuil ini.

5. Shichimen Daimyojin: Dewa pelindung Kuil Kuon-ji, kuil pusat dari Nichiren Shu di Propinsi Yamanashi.

Go-shoan atau Pondok Kecil

ankokuronji 3Terdapat sebuah rupang Nichiren yang disemayamkan dalam bangunan ini. Rupang kayu Nichiren ini memperlihatkan rupa Nichiren yang sedang menulis berbagai macam risalah. Rupang ini dibuat pada tahun circa 1700. Go-shoan dibuat dari kayu zelkova, direhab kembali atas dukungan dari keluarga Tokugawa di Nagoya, satu dari tiga bagian keluarga dari Shogun Tokugawa pada periode Edo (1603-1868).
Didepan bangunan ini terdapat sebuah pohon Cherry yang sangat tua, dipercaya bibit pohon ini dibawa oleh Nichiren dari Propinsi Chiba. Bersamaan dengan itu terdapat juga tanaman aronia atau Malus halliana) dan  sazanka atau Camellia sasanqua. Pada pertengahan april, sebuah upacara tea dilaksanakan disekitar kuil ini ketika bunga merah jambu dari kaido itu berbungga dengan indahnya.

Tempat Kramasi dari Bhiksu Nichiro

Bhiksu Nichiro, satu dari Enam Murid Utama Nichiren yang meninggal pada tahun 1320, ketika berusia 78 tahun. Ketika menjelang ajalnya, ia berpesan untuk dikramasi ditempat ini dan abunya dikuburkan ditempat ini. Bhiksu Nichiro bergabung dengan Nichiren pada tahun 1254 ketika berusia 10 tahun dan mengabdikan hidupnya untuk belajar ajaran Nichiren. Menurut sejarah, kemanapun Nichiren pergi, Nichiro selalu menemaninya. Tidak hanya sebagai Kepala Kuil kedua dikuil ini, beliau juga adalah Bhiksu pendiri dari Kuil Myohonji dan Kuil Kosokuji di Hase. Bangunan yang sekarang ini direhab kembali pada tahun 1982 dan sebuah stupa batu Gorinto sebagai bentuk dari peti kuburnya ditempatkan didalam bangunan ini.

Kuma-o-den atau Aula Kuma-o 

Kuma-o is adalaha nama seorang samurai pada pertengahan abad 14. Beliau bergabung sebagai samurai dengan kelompok samurai yang disebut Masanori Kusunoki, yang telah membunuh ayahnya. Kuma-o bergabung dengan Kusunoki sebagai pelayannya dengan mengunakan identitas palsu dan untuk mendapatkan kesempatan membunuhnya sebagai upaya balas dendam. Bertentangan dengan harapannya, Kusunoki ternyata adalah seorang samurai yang terpandang sehingga Kuma-o tidak mampu membalas dendamnya. Sebagai upaya menghapus dendamnya, ia akhirnya menjadi seorang Buddhis dan bergabung serta berjanji untuk melayani Nichiren.

Bagaimanapun, Masanori Kusunoki adalah putra ketiga dari Masashige (1294-1336), seorang pahlawan dalam sejarah Jepang yang terkenal setia kepada penguasa di Osaka, tetapi kelahiran dan kematian Masanori tidak diketahui.

Fujimidai  (Tempat melihat Gunung Fuji)

ankokuronji 5Beberapa langkah mendaki dekat Kuma-o-den terdapat sebuah bukit, dimana para pengunjung dapat melihat pemandangan yang indah menghadap ke Gunung Fuji. Sangat disayangkan saat sekarang sudah terdapat banyak pemukiman penduduk yang padat sehingga, Gunung Fuji sudah tidak terlihat.

Nanmen-kutsu  (Gua Menhadap ke Selatan)

Berdekatan dengan tempat melihat Gunung Fuji, terdapat sebuah goa. Nichiren diserang dan ingin dibunuh pada tahun 1260 oleh ribuan bhiksu dari sekte Jodo setelah Beliau menyampaikan risalahnya kepada Tokiyori. Beliau melarikan diri dan bersembunyi ditempat ini. Menurut sejarah, terdapat seekor monyet putih mendekati Nichiren dan menuntun Beliau untuk bersembunyi di goa ini, yang mana goa ini merupakan jalan tembus ke sisi lain dari gunung ini. Namun, monyet putih itu telah ditangkap oleh para bhiksu dari Sekte Jodo dan dibunuh. Sebagai bentuk penghargaan bagi monyet tersebut yang telah menyelamatkan nyawa Nichiren, sebuah rupang dibuat dan ditempatkan disini, disebelah kiri dari goa ini terdapat rupang Nichiren.

Acara Tahunan

Pada minggu pertama atau kedua di bulan Agustus: Diadakan upacara Segaki (Upacara Hantu Kelaparan) dilaksanakan. Pada tanggal 27 September: Upacara peringatan untuk Nichiren untuk memperingati penyiksaan yang dialaminya pada tahun 1260.  SELESAI

Seri Pengenalan Kuil-Kuil Nichiren Shu
(Menjelajahi Kuil-Kuil Nichiren Shu di seluruh Jepang dan Dunia)
Oleh: Sidin Ong

About the Author

error: Sorry, Content is protected !! Contact Admin for Permition