Published On: Wed, Aug 30th, 2017

8 Macam Dana Yang Baik

Aṅguttananikāya IV. 243 ada delapan macam dana dari orang yang baik, yaitu:

  1. Suciṁ-deti: Berdana barang yang bersih. Barang yang diberikan benar-benar diperoleh dengan cara yang benar sesuai dengan Dhamma. Jadi bukan barang yang diperoleh dengan cara salah.
  2. Paṇitaṁ-deti: Berdana barang yang terbaik. Barang yang diberikan adalah merupakan yang terbaik atau terpilih dari yang dimiliki. Jadi mungkin saja bagi seorang miskin, sekepal nasi merupakan yang terbaik dari yang dimilikinya.
  3. Kālena-deti: Berdana barang tepat pada waktunya. Seperti menanam bibit, subur tidaknya juga tergantung pada musim yang tepat. Demikian juga pemberian barang atau dana makanan harus tepat pada waktu dimana barang itu dibutuhkan. Pemberian makanan kepada bhikkhu atau samanera tepat diberikan pada waktu pindapata, atau sebelum lewat tengah hari.
  4. Kappiyaṁ-deti: Berdana barang yang layak diberikan. Barang yang diberikan hendaknya dapat bermanfaat bagi yang menerima dan bukan yang membahayakan. Jadi pemberian yang mencelakakan penerimanya tidak disebut sebagai dana. Misalnya pemberian candu, alkohol dan sebagainya yang menyebabkan penerimanya menjadi mabuk.
  5. Viceyya-deti; berdana barang secara bijaksana. Dalam memberikan dana hendaknya dipilih orang yang tepat menerima atau penyalurnya. Seperti menanam bibit kita membutuhkan ladang yang subur. Pemberian dana kepada orang yang silanya kokoh pasti akan berbuah lebih baik daripada orang yang sila-nya kurang kokoh atau tidak memiliki sila (kemoralan)
  6. Abhiṇhaṁ-deti: Berdana barang secara tetap (kontinyu). Tidak semua orang dapat berdana dengan jumlah yang besar sekali saja. Maka hendaknya tanpa jemu laksanakanlah dana terus menerus dimana ad a kesempatan sesuai dengan kemampuan. Sang Buddha bersabda:
    “Kebajikan yang dilakukan terus menerus laksana menitiknya air, lama-lama dapat memenuhi sebuah tempayan.”
  7. Dadaṁ cittaṁ pasādeti: Berdana barang dengan pikiran tenang dan rela. Ketenangan dan kerelaan merupakan sifat mulia yang menambah harumnya kebajikan.
  8. Datvā attamano hoti: Berdana barang yang menimbulkan kesenangan batin. Kesenangan dan kebahagiaan ini dapat kita limpahkan dengan merenungkan kepada para leluhur kita. Hal ini bisa dicapai bilamana dalam berdana, batin tidak melekat. Kebahagiaan ini masih terasa bila ingatan itu timbul kembali dalam pikiran.

Di dalam Maha Abhidharma disabdakan: Walaupun begitu banyak Ladang, tetapi hanya Buddha saja Ladang Kebajikan yang Utama. Bilamana ada Makhluk dapat membangkitkan sekali saja  untuk memberikan Penghormatan kepada Sang Buddha, maka Jasa kebajikan-nya sudah melampaui Dana pemberian segala permata di Angkasa Raya.

Kenapa demikian Mulia-Nya Sang Buddha ?

” Karena selama Tiga Maha Asenkyakalpa melatih diri, 
menolong semua Makhluk dan menyempurnakan Sarva Paramita. 
Sehingga kesucian, Kebijaksanaan dan Jasa Pahala Kebajikan Sang Buddha 
tak terkatakan dan tidak terjangkau oleh pikiran Umat Awam. Di Triloka Dhatu, Sang
Buddha-lah yang Paling Mulia dan Tiada Banding-nya. “

About the Author

error: Sorry, Content is protected !! Contact Admin for Permition