Published On: Tue, Mar 1st, 2016

Toki Dono Go Henji

Nichiren ShoninTOKI- DONO GO-HENJI
(Surat Balasan Kepada Tuan Toki)

Pengenalan

“Toki-dono Go-henji,” ditulis di Ichinosawa, Pulau Sado pada tanggal 10 bulan ke-empat tahun Bun-ei ke-sembilan (1272). Naskah asli surat ini terbagi atas dua bagian kertas dan masih tersimpan dengan baik di Kuil Hokekyoji, Nakayama, Propinsi Chiba. Ini adalah surat pertama yang ditulis Nichiren di Ichinosawa setelah dipindahkan dari ruang meditasi di Tsukahara, dari mana ia menjalani hukum pembuangannya.

Pada awal surat ini, Nichiren menunjukkan rasa terima kasih yang mendalam atas sumbangan dari Toki Jonin. Beliau kemudian mengatakan kepadanya agar dengan seksama dan teliti melihat ulasan suratnya yang telah dikirimkan kepada Shijo Kingo (Kaimoku-sho; Membuka Mata kepada ajaran Saddharma Pundarika Sutra) sebab Ia menjelaskan tentang ajarannya secara lengkap disana.

Beliau berusaha memberikan bukti bahwa Ia adalah pelaksana dari Saddharma Pundarika Sutra yang sejati, Nichiren Shonin menjawab pertanyaan kenapa Ia tidak mendapatkan perlindungan dari para dewa-dewi. Beliau menuliskan beberapa alasan mengenai hal ini; pertama, para dewa-dewi telah meninggalkan negeri yang kacau ini; kedua, para dewa-dewi tidak mempunyai kekuatan lagi; ketiga, kekuatan para dewa-dewi telah diambil oleh tiga musuh kuat dalam pikiran dan dikendalikan oleh mereka, sehingga dewa-dewi seperti Raja Surga Brahma dan Indra pun tidak dapat berbuat apa-apa. Terakhir, Beliau menyatakan tujuan dari hidupNya adalah sebagai pelaksana Saddharma Pundarika Sutra sampai hidupnya berakhir.

Isi Gosho

Saya telah menerima sumbangan sejumlah uang dari kamu sebagaimana yang disebutkan dalam surat kamu. Saya tidak tahu bagaimana menyatakan rasa terima kasih kepada kamu.

Saya sedikit menulis tentang ajaran Buddha dan telah memberikannya kepada utusan dari Tuan Shijo Kingo baru-baru ini. Harap membacanya dengan seksama. Setelah mempelajari begitu banyak sutra Buddha, saya tidak mempunyai keraguan sedikitpun bahwa saya, Nichiren, adalah seorang pelaksana Saddharma Pundarika Sutra. Bagaimanapun, dapat dilihat terdapat tiga alasan kenapa saya tidak mendapatkan dukungan dari langit. Pertama, para dewa-dewi telah meninggalkan negara yang kacau ini sebab negara ini dipenuhi oleh orang-orang yang tidak mempunyai kepercayaan kepada Saddharma Pundarika Sutra. Kedua, sebagai seorang dewa-dewi tidak pernah lagi mendengarkan suara dari Saddharma Pundarika Sutra untuk waktu yang begitu lama, sehingga kekuatan mereka telah berkurang. Ketiga, kekuatan dari para dewa-dewi telah diambil oleh pikiran tiga jenis musuh kuat dari Saddharma Pundarika Sutra dan dikendalikan oleh mereka, jadi dewa seperti Raja Surga Brahma dan Indra tidak dapat berbuat banyak. Nanti, Saya akan menulis lebih terperinci satu persatu dari alasan tersebut dan sutra-sutra yang mendukung tentang hal ini.

Mengenai kehidupan saya, saya tidak akan menyerah. Tidak masalah penganiayaan seperti apa yang menimpa diriku, saya tidak akan pernah berubah pikiran, saya tidak akan mempunyai dendam apapun juga. Banyak orang jahat seperti “teman baik”. Mengunakan jalan yang lunak atau agresif untuk menyebarluaskan ajaran Buddha tergantung pada situasi dan waktu. Ini adalah ajaran Buddha, bukanlah pikiran saya sendiri. Saya akan melihat kamu di Tanah Suci Grhdrakuta.

Hormat saya,

Nichiren (tanda tangan)

Hari kesepuluh bulan keempat

Catatan: saya tidak meragukan bahwa saya berada diujung kematian. Saya harap kamu juga tidak akan sedih, jika saya harus dipenggal, (menyumbangkan dan menyucikan diri saya sendiri kepada Saddharma Pundarika Sutra). Ini bagaikan sebuah racun yang kuat dirampok oleh seorang penjahat dan sebagai pertukaran dengan barang berharga.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

error: Sorry, Content is protected !! Contact Admin for Permition